Polisi Periksa Saksi- Saksi Tewasnya Santri Pencak Silat Di Ponpes

1061 Dilihat

Polisi Akan Periksa Saksi- Saksi Meninggalnya Santri Pencak Silat Di Ponpes Kalianda Lampung Selatan Lampung.

LAMPUNG (Bumione.com) Polisi akan mengambil langkah cepat untuk mengungkap peristiwa kematian MF (17) tahun seorang santri Pondok Pesantren di Kalianda, yang meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan pencak silat.

Pemeriksaan dilakukan terhadap para saksi – saksi setelah pihak Kepolisian menerima laporan dari ayah korban yang anaknya meninggal saat mengikuti kegiatan pencak silat, Selasa (05/03/2014).

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin dalam sebuah konferensi persnya mengatakan, pemeriksaan terhadap para saksi ini dilakukan untuk menggali fakta-fakta terkait peristiwa meninggalnya korban MF (17) tahun.

Baca Juga:  Lakukan Perlawanan, Pelaku Curanmor Berhasil Diringkus Polisi

Selanjutnya, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang, mulai dari para santri, termasuk pelatih yang juga merupakan santri di pondok,” Kata Kapolres pada Senin (04/03) sore kemarin.

Dari hasil pendalaman yang dilakukan, diketahui bahwa korban MF (17) adalah salah satu santri pondok yang tergabung dalam perkumpulan pencak silat.

Peristiwa ini terjadi pada malam kenaikan tingkat atau sabuk, dari sabuk hijau ke sabuk putih, bersama enam santri lainnya ditanah lapang sebelah barat Ponpes. Perkara ini telah ditingkatkan penanganannya dari penyelidikan ke penyidikan, “Ucap Kapolres.

Baca Juga:  Usai Curi Sawit Dilapak, AR Ditangkap Polisi

Saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan, masih terus mendalami pemeriksaan ahli pidana, ahli pencak silat, dan menunggu hasil pemeriksaan otopsi dari dokter forensik.

Pihak Kepolisian juga berencana melaksanakan rekonstruksi terkait peristiwa yang terjadi untuk lebih memahami kronologi kejadian, “Paparnya.

Menurut Kapolres, dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat ditemukan jawaban yang akurat terkait penyebab meninggalnya santri tersebut.

Korban MF (17) tahun ini merupakan seorang pelajar warga Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda dari Santri Ponpes di Kalianda telah mengikuti kegiatan pencak silat selama 4 tahun sejak di Mts, “Terangnya.

Baca Juga:  Polisi Grebek Rumah Di Keragilan Jadi Tempat Narkoba

Pada Minggu 3 Maret 2024 sekira pukul 01.30 Wib ayah korban dihubungi oleh seroang santri untuk datang ke rumah sakit Bob Bazar Kalianda, setelah tiba mendapati putranya MF sudah meninggal dunia.

AKBP Yusriandi menghimbau bahwa kasus ini menjadi alarm peringatan keras untuk semuanya. “Ini menjadi warning untuk kita semua, bahwa kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan,” Tegasnya.(Rls/Oktri)