Puskesmas Karyatani Sudah Laksanakan Deklarasi ODF Didua Desa

10105 Dilihat

Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Karyatani Sudah Melaksanakan Kegiatan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Didua Desa. 

LAMPUNG (Bumione.com) Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Karyatani Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur sudah melaksanakan kegiatan deklarasi Open Defecation Free (ODF) pada Rabu (06/03) lalu.

Hal tersebut dikatakan kepala UPTD Puskemas Karyatani kepada Bumione.com saat berkunjung di ruang kerjanya pada Jum’at (15/03/2024) siang.

Kepala Puskemas Karyatani Dianti Rina Asmararatri,S.SST dalam wawancaranya mengatakan, kegiatan deklarasi Open Defecation Free (ODF) itu sudah kita laksanakan kemaren pada Rabu (06/03).

Adapun Desa yang telah melakukan ODF ada dua Desa, yaitu Desa Bandar Negeri dan Desa Karya Makmur. “Jadi kedua Desa itu kita sudah mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF). Artinya sudah bebas dari WC cemplung, “Kata Dianti kepada Wartawan.

Kemarin waktu deklarasi ODF itu kita laksanakan di balai Desa Bandar Negeri yang langsung dihadiri oleh Camat Labuhan Maringgai, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa dan para perangkat Desa beserta 10 kader yang melakukan deklarasi ODF.

Kemudian dalam kunjunganya didampingi dari pihak Dinas Kesehatan yang di wakili oleh pengelola P2 Kesling. Serta didampingi UPTD Puskesmas Karyatani mulai dari dokter dan para staf, “Ujarnya.

Dianti berpesan kepada masyarakat, dengan adanya kegiatan deklarasi Open Defecation Free (ODF) yang sudah kita lakukan di dua Desa itu kiranya bisa menjadi contoh dan membangkitkan semangat kepada Desa – Desa lainnya.

Salah satunya yang belum melakukan deklarasi ODF seperti Desa Muara Gadingmas dan Desa Karyatani. Agar kiranya stop tidak melakukan buang air besar dengan sembarangan.

Jadi supaya bisa terjaga kesehatannya. Baik dari individu, keluarga maupun masyarakat di wilayah Desa itu sendiri, “Paparnya.

Selain itu dimusim penghujan seperti sekarang ini kita terus berupaya mensosialisasikan Fogging ke masyarakat. Apa lagi wilayah kita ini ada empat Desa dengan jumlah penduduk kurang lebih 25.000 jiwa.

Untuk mencegah meningkatnya kasus Demam Berdarah (DBD) kita menggalakkan upaya-upaya untuk mencegahan, salah satunya pemberantasan sarang nyamuk dengan cara Fogging dan melakukan 3 M Plus.

Selanjutnya dilakukan oleh pihak Desa yang langsung berkoordinasi dengan Kecamatan dibantu oleh tim Kesehatan dari Puskesmas setempat, “Ucapnya.

Dianti menjelaskan, bahwa Fogging itu efektifnya hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik-jentiknya itu terus tetap berkembang maka kita lakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk.

Dengan cara melakukan 3 M Plus, mengubur barang – barang bekas, menutup bak mandi dan menggunakan lotion anti nyamuk serta menguras tampungan air yang ada jentik-jentik nyamuknya,”Terangnya. (Roni)