
Foto kantor Desa Srimenanti Kecamatan Bandar Sribhwono Lampung Timur yang menjadi keluhan warga lanusia yang tidak dapat bantuan dari Pemerintah baik BLT DD maupun Lanusia.
LAMPUNG (Bumione.com) – Ini paparan sekretaris Desa Srimenanti Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur mewakili kepala Desa adanya keluhan warga yang sudah lanusia tidak mendapatkan program bantuan bertahun – tahun, Sabtu (10/01/2026).
Kita akan cek ulang melalui kepala dusun terkait keluhan warga yang mengeluh adanya tidak menerima bantuan dari program pemerintah, hal itu dikatakan Sekdes saat diminta keterangan melalui telepon WhatsApp di ruang kantor desa setempat.
Sekertaris Desa (Sekdes) Srimenanti Sanimin dalam wawancaranya melalui telpon WhatsApp mengatakan, penyaringan pemberian bantuan KPM itu semuanya melalui kepala dusun jadi yang menentukan mendapatkan bantuan dari Desa seperti BLT DD Kadusnya.
Lebih baik dan jelasnya langsung konfirmasi kepada kepala dusun, dikarenakan Desa mau menentukan program bantuan KPM ini melalui Kadus dulu dengan cara musyawarah, “Kata Sanimin melalui sambungan telepon WhatsAppnya.
Desa sudah menghimbau kepada kepala dusun agar mendata warga yang benar -benar mendapatkan program bantuan jangan sampai salah. Kenapa ada masyarakat penerima program bantuan malah gak dapat itu yang tahu adalah kepala dusun sebenarnya.
Sanimin menjelaskan, terkait ini keputusannya ada di kepala Desa tetapi kami sebagai perangkat Desa mengupayakan untuk berkoordinasi dengan kepala Desa dan kepala dusun terkait persoalan ini.
Kita secepatnya akan membahas terkait warga yang tidak mendapatkan program bantuan ini, kenapa kok bisa sampai ada pemberitaan seperti ini apakah sudah sesuai atau belum dalam pendataannya, “Ucapnya.
Kemungkinan besar kalau memang ada hak untuk mendapatkan program bantuan dengan pendataan ulang ini, nantinya kalau masih ada bisa tahun ini dapatnya seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa DD.
Sanimin menerangkan, pihak Desa tahunya ada warga lanusia yang belum mendapatkan bantuan itu sebenarnya kepala dusun lebih tahu. Karena yang langsung bersentuhan dengan warganya.
Penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD Desa Srimenanti itu terbatas jumlahnya maka jangan sampai ada terlewatkan harus benar – benar yang mendapatkan program BLT tersebut, “Paparannya.
Selanjutnya untuk jumlah tahun 2025 penerima program manfaat BLT DD Desa Srimenanti 54 orang. Data terbaru 2026 kita belum tahu persis ada penambahan atau tidak karena belum ada pendataan ulang.
Kalau terkait tentang penanganan program lansia itu ada secara langsung pendampingnya sendiri seperti PKH. Dari Desa itu semua kita usulkan jadi program lanusia itu penentunya dari pusat.
Biasanya bagi warga yang mendapatkan program bantuan dari PKH seperti lansia ada verifikasi dari pendamping PKH dulu karena itu berkaitan ada di dusun. Jadi Desa tetap melibatkan kepala dusun mana layak mana tidak penerima program tersebut, “Pungkasnya.
Sebelumnya telah diberitakan berjudul ” Tukuman Warga Lanusia Takdapat Bantuan Dari Pemerintah “.
Tukiman (80) warga dusun 3 Rt 14 Desa Srimenanti Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur mengharapkan bantuan dari Pemerintah dengan kategori bantuan lanusia dikarenakan belum pernah mendapatkan bantuan selama 5 tahun ini, Senin (21/12/2025).
Hal itu diutarakan oleh Tukiman sang kakek tua saat ditemui Bumione.com di kediamannya. Iya berusia (80) tahun hingga sekarang ini belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah, terkecuali pada saat heboh covid- 19 dulu itupun cuman duit 300 ribu sama beras saja.
Kebutuhannya dalam sehari-hari baik makan pembayaran listrik dan yang lainnya hanya mengandalkan pemberian dari anak-anaknya, karena sudah tidak bisa bekerja dan fisiknya melemah.

Tukiman (80) tahun warga Desa Srimenanti mengatakan, selama 5 tahun ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah padahal saya sudah lanusia dan tidak bisa bekerja.
Sebenarnya dulu pihak Desa pernah mendata tetapi sampai sekarang belum juga pernah mendapatkan bantuan baik duit maupun yang lainya, “Kata Tukiman kepada Bumione.com.
Tukiman berharap kepada Pemerintah melalui Desa agar memberikan bantuan lansia untunya karena sudah tidak bisa bekerja lagi hanya meminta dari anak-anak saja.
Jadi selama ini untuk kebutuhan sehari-hari makan dan yang lainnya dari anak terutama yang di samping rumahnya.
Sudah 5 tahun ini saya sudah tidak bisa bekerja cuman mengharapkan pemberian dari anak saja. Tadinya saya kena sakit stroke tetapi alhamdulillah sekarang ini sembuh dan sudah bisa jalan, “Pungkasnya.
Sementara Eni Kusrini anaknya kepada Wartawan menjelaskan, dulu bapak tuh pernah dapat bantuan cuman hanya beberapa kali waktu jaman covit aja. Selanjutnya sekarang ini nggak pernah dapat padahal sudah tua katagori lanusia.
Untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan lainya sama saya karena samping rumah. Sekarang ini bapak sudah usia (80) tahun, dulu sebenarnya sudah didata tetapi sampai sekarang juga belum pernah mendapatkan bantuan, “Kata Eni.
Sebenarnya saya sebagai anak sudah berupaya mengusulin ke Kadus maupun ke Desa akan tetapi sampai sekarang juga belum ada tanggapan atau bantuan yang diberikan oleh bapak saya yang sudah berusia 80 tahun ini.
Eni berharap kepada Pemerintah maupun pihak Desa agar memberikan bantuan lanusia kepada bapaknya karena memang selain sudah tidak bisa bekerja juga cukup tua umurnya mencapai 80 tahun, “Paparnya.(Erwan)













































