
Bulan Ramadhan Sebagai Bulan Umat Muslim, Akan Tetapi Menjadi Barokah Bagi Penjual Makanan Takjil Musiman Di Kecamatan Bandara Sribhawono Dan Sekitarnya.
LAMPUNG (Bumione.com) Di bulan suci Ramadan ini momen kebersamaan bagi seorang umat muslim untuk meningkatkan amal ibadahnya, akan tetapi menu takjil yang di jajakan oleh para pedagang dipinggir jalan ini juga menggugah selera untuk membelinya.
Hal itu terlihat dari pantauan Bumione.com di lapangan, nampak dengan jelas para pedagang takjil menjajakan dagangannya di pinggir jalan raya Ir. Sutami Sribhawono Panjang, Rabu (27/03/2024).
Warga di Kecamatan Bandar Sribhawono dan Mataram Baru Lampung Timur Lampung, terlihat ramai aktivasi untuk berburu takjil yang dijajakan oleh para pedagang di pinggir jalan raya Sribhawono.
Budaya ngabuburit sebelum berbuka puasa yang menjadi rutinitas warga Indonesia kususnya warga Kecamatan Bandar Sribhawono dan Mataram Baru untuk berburu takjil di bulan Ramadhan.
Ini semua bisa menjadi peluang tambahan usaha untuk para penjual makanan takjil dan yang lainya, seperti yang dijajakan oleh Iyah dan Iski Safitri pedagang di bulan Ramadhan.
Iski Safitri pedagang takjil di bulan Ramadhan mengatakan, saya jualan takjil ini juga setiap harinya di dalam pasar Simpang Sribhawono. Disini hanya setiap bulan Ramadhan mangkalnya di pinggir jalan seperti ini.
Jualan di pinggir jalan seperti ini sudah tiga tahun, disetiap bulan Ramadhan tiba. Cuman tahun ini omset pendapatan menurun gak kayak tahun kemaren, “Kata Iski kepada Bumione.com.
Lanjut Iski, untuk pendapatan sekarang rata – rata dari hasil penjualan berkisar 300 sampai 500 ribu persekali jualan yang kita jajakan ini. Seperti Bubur, Es tebu, Salad, Puding, Kolang kaling dan Es cendol gula aren.

Untuk harga takjil yang kita jajakan ini paling mahal 12 ribu dalam satu kapnya dan paling murah 5 ribu seperti Bubur kacang ijo, Bubur ketan merah, Puding juga 5 ribuan. Kalau Salad 12 ribuan, “Ucapnya.
Bagi warga yang membutuhkan jajanan takjil untuk buka puasa bisa datang langsung membeli kesini di pinggir jalan samping tugu jagung dengan harga dari 5 sampai 12 ribu perkapnya, “Paparnya.
Sementara Iyah warga Desa Srimenanti yang berjualan gorengan dan sosis bakar menjelaskan, saya berjuang disini disamping tugu jagung di bantu anak. Hanya setiap bulan puasa saja seperti jualan Tahu bunting, Bakwan, Risol dan sosis.
Alhamdulillah jualan di bulan puasa ini bisa menambah untuk kebutuhan hidup keluarga saya, pendapatan setiap jualan rata – rata 200 sampai 300 ribu perharinya, “Ucap Iyah sambil tersenyum kepada Wartawan.(Erwan)

















































